zwani.com myspace graphic comments
Welcome comments & graphics
Selamat Datang di Blog Sayaaƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ

Rabu, 23 Mei 2012

Paper RENCANA OPERASIONAL ( ORMAN Pak Hermanta )

 Nama Kelompok 1 :
1.      Ahmad Syarif H           
2.      Ira zihdiana                   
3.      Ravica K.N
4.      Deviana howay
5. Valen luturmas



A.    PENDAHULUAN
Dalam setiap kegiatan tentu lebih baik bila didahului dengan penyusunan suatu rencana, sehingga apa yang diinginkan dapat  terlaksana dengan baik serta hasil yang diperoleh  akan baik pula. Membuat perencanaan untuk mengoperasionalkan strategi yang sudah dimiliki dan diterjemahkan ke dalam realisasi kegiatan  dalam proses implementasi adalah bagian dari penyusunan rencana kegiatan operasional.  Perencanaan diperlukan dan terjadi dalam berbagai bentuk organisasi, sebab perencanaan ini merupakan proses dasar manajemen di dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan. Perencanaan diperlukan dalam jenis kegiatan baik itu kegiatan organisasi, perusahaan maupun kegiatan di masyarakat, dan perencanaan ada dalam setiap fungsi-fungsi manajemen, karena fungsi-fungsi tersebut hanya dapat melaksanakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutama dalam menghadapi lingkungan eksternal yang berubah dinamis. Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis dan bukan hanya pada intuisi dan firasat (dugaan).
Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan.

B.     ISI

B.1  RENCANA OPERASIONAL (POA)

Terdapat dua jenis utama dari rencana yaitu rencana strategis dan rencana operasional. Rencana strategis merupakan rencana yang dirancang untuk mencapai tujuan yang luas  yaitu untuk melaksanakan tugas-tugas suatu organisasi. Sedangkan rencana operasional merupakan rencana yang memberikan rincian tentang bagaimana rencana strategis itu akan dilaksanakan.
Adapun bentuk Rencana operasional terdiri dari:
1)      Rencana sekali pakai (single-use plans), dikembangkan untuk mencapai tujuan khusus dan dibubarkan bila rencana ini telah selesai dilaksanakan. Contoh : program, proyek
2)      Rencana tetap (standing plans), merupakan pendekatan yang telah dibakukan untuk menangani situasi yang berulang kali terjadi dan yang dapat dengan mudah diantisipasi. Contoh : kebijakan, peraturan
Rencana kegiatan operasional adalah cara spesifik yang akan ditempuh untuk mencapai sasaran kegiatan.  Rencana kegiatan ini dapat memiliki bentuk sebagai berikut:
1)      Rangkaian sasaran yang lebih spesifik dengan jangka waktu yang lebih pendek.
2)      Rangkaian kegiatan yang saling terkait akibat dipilihnya suatu alternatif intervensi.
3)      Rencana kegiatan operasional memiliki jangka waktu spesifik, kebutuhan sumber daya yang spesifik dan akontabilitas untuk setiap tahapannya.

Secara umum rencana kegiatan operasional mengandung unsur –unsur :
1.      Tahapan atau rencana kegiatan spesifik yang harus dilakukan.
2.      Adanya orang yang bertanggung jawab agar setiap tahap atau tindakan dapat diselesaikan dengan baik.
3.      Jadwal untuk menjalankan setiap tahapan atau tindakan
4.      Sumber daya yang perlu dialokasikan agar tahapan atau tindakan tersebut dapat diselesaikan dengan baik
5.      Adanya mekanisme umpan balik untuk memantau setiap tahapan atau tindakan.
Tujuan rencana kegiatan :
1.      Mengidentifikasi apa yang harus dilakukan
2.      Menguji dan membuktikan bahwa:
a.       Sasaran dapat tercapai sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan
b.      Adanya kemampuan untuk mencapai sasaran
c.       Sumber daya yang dibutuhkan dapat diperoleh
d.      Semua informasi yang diperlukan untuk mencapai sasaran dapat diperoleh
e.       Adanya beberapa alternatif yang harus diperhatikan.
3.      Berperan sebagai media komunikasi
a.       Hal ini menjadi lebih penting apabila berbagai unit dalam organisasi memiliki peran yang berbeda dalam pencapaian
b.      Dapat memotivasi pihak yang berkepentingan dalam pencapaian sasaran. 

Langkah-langkah membuat rencana kegiatan:
1.        Mengidentifikasi tindakan yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut:
a.         Kegiatan apa yang mendukung pencapaian sasaran organisasi
b.        Apa saja masalah atau hambatan yang harus dipecahkan untuk mencapai sasaran tersebut
c.         Bagaimana urutan dari kegiatan yang diperlukan untuk memecahkan masalah diatas?
d.        Bagaimana sasaran dapat dijabarkan kedalam waktu, unit, tingkat, fungsi atau lokasi geografis?
2.        Menentukan rangkaian kegiatan yang paling sesuai untuk sasaran
3.        Menjabarkan rangkaian kegiatan di atas menjadi beberapa tahapan. Setiap  tahapan harus berfokus pada hasil spesifik yang lebih kecil dalam jangka waktu yang lebih pendek untuk unit-unit yang lebih kecil
4.        Untuk setiap tahapan tersebut harus ditentukan:
a.         Siapa yang harus bertanggung jawab dan memiliki akntabilitas untuk mendapatkan hasil yang diharapkan?
b.        Kapan dimulai dan berakhirnya setiap tahapan kegiatan ?
c.         Berapa banyak waktu dan biaya yang diperlukan ?
d.        Bagaimana dan kapan organisasi dapat mengetahui bila terjadi penyimpangan pada rencana kegiatan?
5.        Bersama-sama dengan pihak yang berkepentingan menguji dan melakukan validasi rencana kegiatan untuk mendapatkan kesepakatan dan dukungan.

Rencana yang Efektif Berisi :
1.      Tujuan yang  objektif.
2.      Langkah-langkah kegiatannya jelas dan lengkap.
3.      Kegiatan dirancang dengan tepat.
4.      Waktu memulai dan berakhir ditentukan untuk masing-masing kegiatan.
5.      Identifikasi siapa yang bertanggung jawab untuk masing-masing kegiatan.
6.      Identifikasi sumber-sumber kunci (orang lain) untuk mencapai masing-masing kegiatan.
7.      Tentukan tempat, bila perlu untuk masing-masing kegiatan sehingga tujuan tercapai

B.2 BUDGETING

Menurut National Committee on Governmental Accounting (NCGA), saat ini Governmental Accounting Standarts Board (GASB), definisi anggaran (budget) sebagai berikut:
"…. Rencana operasi keuangan, yang mencakup estimasi pengeluaran yang diusulkan, dan sumber pendapatan yang diharapkan untuk membiayainya dalam periode waktu tertentu."
Perencanaan dalam menyiapkan anggaran sangatlah penting. Bagaimanapun juga jelas mengungkapkan apa yang akan dilakukan dimasa mendatang. Pemikiran strategis disetiap organisasi adalah proses dimana manajemen berfikir tentang pengintegrasian aktivitas organisasional ke arah tujuan yang beroerientasi kesasaran masa mendatang. Semakin bergejolak lingkungan pasar, teknologi atau ekonomi eksternal, manajemen akan didorong untuk menyusun stategi. Pemikiran strategis manajemen, direalisasi dalam berbagai perencanaan, dan proses integrasi keseluruhan ini didukung prosedur penganggaran organisasi.
Unsur-unsur utama dalam anggaran:
  • Keseluruhan Rencana, merupakan penentuan kegiatan yang dilakukan pada waktu yang akan datang.
  • Kegiatan organisasi, meliputi seluruh kegiatan yang akan dilakukan oleh semua bagian-bagian dalam organisasi.
  • Dinyatakan dalam angka, adalah unit yang dapat digunakan pada semua kegiatan organisasi yang bermacam-macam.
  • Periode tertentu, adalah keseluruhan mengenai apa-apa saja yang akan terjadi pada masa yang akan datang.
Anggaran mempunyai 3 kegunaan pokok yaitu:
  • Sebagai pedoman kerja. Anggaran berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah serta target-target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan organisasi pada waktu yang akan datang.
  • Sebagai alat koordinasi kerja. Dengan adanya anggaran semua bagian-bagian yang terdapat di dalam organisasi dapat saling menunjang dan bekerja sama dengan baik, untuk menuju pada sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan.
  • Sebagai alat pengawasan atau pengendalian. Anggaran berfungsi sebagai tolok ukur (alat pembanding) untuk menilai dan mengevaluasi realisasi kegiatan organisasi pada masa yang akan datang.

  1. KESIMPULAN
Rencana operasional atau biasa disebut planning of action (POA) merupakan rincian rencana yang lebih operasional dan merupakan rencana jangka pendek. Rencana operasional merupakan pralangkah pertama dari fungsi manajemen berikutnya yaitu actuating atau pelaksanaan. Dalam menyusun rencana operasional harus dapat menjawab 4W 1H ( what, who, where, when, dan how). Bentuk rencana operasioanal ada dua, yaitu :
1)      Rencana sekali pakai (single-use plans), dikembangkan untuk mencapai tujuan khusus dan dibubarkan bila rencana ini telah selesai dilaksanakan
2)      Rencana tetap (standing plans), merupakan pendekatan yang telah dibakukan untuk menangani situasi yang berulang kali terjadi dan yang dapat dengan mudah diantisipasi
Budgeting /anggaran sangat penting dalam perencanaan, karena dapat digunakan sebagai pedoman kerja, alat koordinasi, serta evaluasi.


  1. DAFTAR PUSTAKA
id.wikipedia.org/wiki/Perencanaan
eprints.undip.ac.id/32712/
id.wikipedia.org/wiki/Zero_Base_Budgeting
adang.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/6108/BUDGETING.pdf



( `▽´)-σ Download PPTnya di link yang ada di bawah ini :

http://www.mediafire.com/?3c15g90dlgxwlje




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar